
Sebelum kita mengenal lebih jauh dampak revolusi industri 4.0 pada dunia pariwisata mari kita mengenal lebih dulu apa itu revolusi industri. Revolusi industri artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang, atau terjadinya sebuah inovasi didalam dunia industri sehingga manusia dapat memproduksi barang secara lebih cepat dan efisien.
Pada sejarah sudah terjadi tiga peristiwa relovusi industri sebelum revolusi industri keempat yang sedang berlangsung saat ini. Yang pertama terjadi pada tahun 1770 an dimana mesin uap diciptakan oleh oleh James Watt dan mulai digunakan secara umum. Sebelum era mesin uap, tenaga manusia dan alam seperti hewan dan angin merupakan sumber tenaga utama pada bidang industri. Hal ini tentu saja menyebabkan banyaknya jumlah pekerja yang dibutuhkan suatu pabrik yang tentu saja berarti lebih banyak gaji yang harus dikeluarkan. Tenaga makhluk hidup juga terbatas dan tenaga alam sering tidak menentu karena cuaca yang berubah-ubah. Dengan adanya mesin uap maka perusahaan tidak harus bergantung pada alam karena mesin uap dapat berkerja tanpa bantuan alam serta dapat memproduksi produk dengan lebih cepat dan efisien.

Revolusi kedua terjadi di sekitar akhir tahun 1800 an dimana munculnya sebuah inovasi dibidang industry yang dipelopori oleh perusahaan mobil Ford. Pada masa itu mobil dikerjakan oleh seorang tukang saja yang harus menguasai banyak kemampuan seperti merakit rangka dan memasang interior mobil yang tentunya membutuhkan waktu lama. Namun Ford berinovasi dengan membuat sistem dimana ban berjalan atau conveyor belt digunakan. Dengan proses ini para pekerja hanya perlu mengerjakan satu bagian saja kemudian proses dilanjutkan ke pos selanjutnya sehingga proses pengerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Dampak dari adanya revolusi ini adalah harga mobil menjadi lebih terjangkau sehingga mobil dapat dimiliki oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan kelas menengah keatas saja.

Revolusi ketiga adalah salah satu yang paling berdampak besar pada dunia industri yaitu dengan masuknya sistem komputer dan robot kedalam dunia industri. Proses produksi yang biasanya mayoritas dilakukan oleh manusia kini diperingan dengan adanya bantuan robot dan komputer sehingga proses tersebut menjadi lebih cepat dan efisien.

Revolusi keempat sendiri pertama kali muncul di tahun 2011 di pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman. Revolusi kali ini pada dasarnya adalah kemajuan pada teknologi informatika dan komunikasi. Yang paling terasa adalah munculnya internet dan sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk berpikir sendiri.

Dampak dari revolusi ini pada bidang pariwisata sendiri sangat terasa. Hal yang paling dipengaruhi oleh revolusi industri keempat ini sendiri ada di bidang pemesanan tiket. Dengan adanya internet pelanggan tidak perlu repot repot untuk menelpon untuk membuat reservasi atau menggunakan jasa biro tour untuk melakukannya. Dengan adanya internet, pelanggan dapat melakukaan pemesanan melalui internet dengan praktis. Sejak banyaknya pelanggan yang memesan reservasinya secara online, perusahaan tentu saja harus beradaptasi dengan perubahan ini. Saat ini perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata seperti penerbangan, hotel dan biro tour lebih banyak melakukan promosi melalui media internet dan social media daripada melalui media cetak seperti koran maupun pamflet.
Dengan adanya kemajuan teknologi ini usaha pariwisata seperti biro tour, hotel dan sebagainyapun mendapat keuntungan yang sangat besar seperti mudahnya untuk mempromosikan usaha mereka, kemudahan untuk berkomunikasi dengan pelanggan serta pelanggan dapat lebih mudah untuk memberikan ulasan, kritikan maupun saran kepada usaha usaha tersebut. Dengan adanya internet usaha-usaha ini dapat mempromosikan usaha mereka dengan lebih mudah, cepat dan juga dengan jangkauan yang lebih luas.

Kemudahan revolusi ini tidak berakhir disitu saja. Sistem pembayaranpun dibuat semakin mudah dengan banyaknya pilihan pilihan pembayaran yang tersedia saat ini. Proses transfer uang contohnya, sekarang tidak perlu lagi untuk bingung mencari ATM atau bank untuk mengirim uang karena sudah banyak bank yang menyediakan fitur pembayaran dengan aplikasi. Sama halnya dengan proses pembayaran, pada revolusi industri ini kita diperkenalkan dengan adanya uang elektrik atau E Money. Dengan adanya fitur ini, wisatawan tidak perlu membawa uang kontan dengan jumlah yang banyak, cukup dengan menggesek kartu saja transaksi dapat dilakukan. Selain E Money muncul juga aplikasi-aplikasi yang juga menawarkan transaksi tanpa uang kontan contohnya OVO, Dana dan lain lain.