Bali Bersaing Di Era Globalisasi

Dengan adanya globalisasi maka persaingan didalam dunia industri semakin ketat terutama dengan munculnya banyak pesaing pesaing baru yang populer dengan pesat. Begitupun juga dalam dunia industri pariwisata terutama Bali, pada saat ini negara-negara lain sedang gencar – gencarnya untuk mempromosikan dan memperkenalkan tempat-tempat wisata baru mereka pada calon turis asing.

   Hal ini tentu saja dapat berdampak pada perekonomian pariwisata di Bali karena apabila kita tidak mempromosikan tempat-tempat wisata kita dengan baik maka kita dapat kalah nama dan popular dari tempat – tempat wisata negara lain sehingga turis asing lebih memilih untuk berkunjung ke tempat tersebut. Apabila hal ini terjadi maka tentu saja akan melukai dunia pariwisata Bali.

   Menyikapi hal tersebut, Indonesia dan terutama Bali tidak menyerah dan memperkenalkan kebudayaan serta pariwisata Bali pada masyarakat asing agar tertarik untuk berkunjung ke Bali. Bahkan cara-cara yang dilakukan cukup unik seperti contohnya pada Augustus tahun lalu Indonesia membuat pantai buatan bernuansa Bali di Potters Fields, London, Inggris pada saat Indonesia Weekend yang merupakan gelaran budaya untuk mempromosikan wisata Indonesia. Untuk membuat pantai buatan itu sendiri dibutuhkan 50 ton pasir, lengkap dengan bar dan minuman tropis.

Poster dari Indonesia Weekend 2018
Suasana dari Indonesia Weekend 2018.

Tentu saja ada beberapa hal yang lebih memantapkan Bali untuk bersaing pada era globalisasi, contohnya adalah pariwisata Indonesia mendapatkan peringkat keenam untuk negara terindah diseluruh dunia oleh versi Rough Guides, penerbit yang berasal dari London. Prestasi ini tentu saja cukup membanggakan mengingat kita bersaing dengan banyak negara-negara lain yang pariwisatanya lebih dikenal dulu oleh dunia. Dalam survey kali ini bahkan pariwisata Indonesia mengalahkan banyak negara negara lain seperti Inggris diposisi 7 dan Finlandia yang berada di posisi 14. Hal ini menandakan bahwa Indonesia memiliki keindahan yang lebih dari mampu untuk memuaskan dan berkesan pada turis turis asing yang datang ke Indonesia.

   Bali juga memiliki warisan budaya yang sangat indah, unik dan tidak ada duanya didunia. Sebut saja tari Legong Keraton, tari Barong dan tari rejang yang mana semuanya sudah diakui oleh badan organisasi Unesco. Hal ini tentu saja menandakan bahwa Bali kaya akan budaya dan tradisi yang sangat menarik dan bahkan sudah mendapat pengakuan dari kancah internasional.

Tari Legong Keraton

   Kebudayaan Bali lainnya seperti kain-kain tradisional, pernak pernik kayu dan pakaian tradisional juga sangat menarik minat turis turis mancanegara buktinya saat mereka kembali ke negara asal setelah menghabiskan waktu di Bali mereka pasti akan membeli buah tangan untuk disimpan atau diberikan pada keluarga dan kenalan mereka di negara asalnya.

Wisatawan asing menggunakan kain Bali

   Dengan adanya era globalisasi maka tentu saja akan ada budaya-budaya asing yang masuk di Bali. Namun bukannya tunduk pada globalisasi, Bali beradaptasi dengan masuknya budaya berbeda namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional yang dimilikinya. Contohnya walau Bali sudah bertransformasi dengan adanya globalisasi dan banyaknya pengunjung dari negara asing namun Bali tetap mempertahankan kebudayaan dan corak-corak khasnya seperti pada bentuk bangunan dan patung – patung maupun pada suasana yang ditawarkan. Hal inipun tentu saja memberikan pengalaman dan sensasi unik yang tidak akan didapatkan turis turis asing itu di negara asalnya.

   Bali juga dikenal dengan keramah tamahannya. Walaupun keindahan Bali merupakan hal yang membuat para wisatawan pergi mengunjungi Bali, keramahan penduduknya lah yang membawa mereka kembali ke Bali karena wisatawan akan merasa diperlakukan dengan baik dan hangat oleh masyarakat yang mereka jumpai sehingga mereka merasa nyaman saat berlibur di pulau Bali.

Orang Bali dikenal akan keramahannya

   Salah satu hal yang menonjol dari pulau Bali adalah keindahan pantainya dan ombaknya yang bagus, bahkan Bali dikenal luas sebagai surganya surfer. Derasnya terpaan ombak di Bali sangat pas untuk kegiatan olahraga air seperti surfing yang membuat banyak peselancar berbondong-bondong datang dari seluruh penjuru dunia. Bahkan salah satu narasumber yang saya wawancarai untuk tugas PSDP mengatakan bahwa ia sangat menyukai ombak di Bali ini bahkan ia sudah beberapa kali berkunjung ke Bali untuk menikmati ombaknya.

   Jadi tidak perlu takut akan adanya globalisasi karena kualitas pariwisata Bali sangat mampu untuk bersaing di dengan negara lain di era globalisasi ini. Tentu saja dengan adanya promosi kepada masyarakat asing, pariwisata di Bali ini akan erus berkembang.

Published by bennayaandtourism

Sunda Group Number 22

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started